Andy Carroll Resmi Kembali ke Inggris, Ambil Peran Ganda di Dagenham

Di usia 36 tahun, Andy Carroll membuat keputusan yang tak banyak diduga. Bukan ke klub elite, bukan ke MLS, melainkan ke kasta keenam sepak bola Inggris. Ya, mantan striker Newcastle dan Liverpool ini resmi bergabung dengan Dagenham & Redbridge, sebuah klub non-liga asal London Timur.
Namun langkah ini bukan sekadar tentang sepak bola. Carroll kini tak hanya bermain, tapi juga jadi pemegang saham klub tersebut—menandai babak baru dalam kariernya sebagai pemain sekaligus pebisnis.
Bergabung Sesaat Setelah Dagenham Diakuisisi
Pengumuman kedatangan Carroll datang hanya sejam setelah klub resmi diakuisisi oleh konsorsium Qatar. Struktur baru langsung dibentuk dengan Youseph Al Sharif sebagai ketua interim dan mantan kapten Anwar Uddin MBE sebagai direktur non-eksekutif.
Dalam wawancaranya, Carroll mengaku sempat membuat anak-anaknya salah sangka.
“Anak-anak saya pikir saya akan gabung Chelsea. Mereka pasti terkejut ketika tahu saya gabung Dagenham,” katanya sembari tertawa.
Lebih Dekat dengan Keluarga, Lebih Bermakna
Setelah petualangannya di Prancis bersama Bordeaux, Carroll memutuskan bahwa waktunya bersama keluarga lebih penting daripada segalanya. Ia ingin anak-anaknya bisa menyaksikan langsung sang ayah bermain dari pinggir lapangan.
“Saya butuh berada lebih dekat dengan keluarga. Lokasi Dagenham sempurna—dekat dengan anak-anak, dan mereka bisa nonton saya setiap minggu,” ungkapnya.
Menolak Tawaran Besar demi Proyek Nyata
Meski sempat tampil tajam dengan 11 gol dari 23 laga musim lalu bersama Bordeaux, Carroll menolak sejumlah tawaran bernilai besar dari Prancis, Italia, dan Spanyol. Alasannya? Ia ingin membangun sesuatu yang lebih dari sekadar bermain sepak bola.
“Saya ingin punya peran dalam manajemen, dalam visi jangka panjang klub. Dagenham punya potensi besar, dan saya ingin menjadi bagian dari perjalanannya,” tegas Carroll.
Karier Penuh Warna, Kini Prioritaskan Kebahagiaan
Carroll memulai karier di Newcastle, lalu pindah ke Liverpool dengan transfer mengejutkan senilai £35 juta. Setelah itu ia sempat berseragam West Ham, West Brom, Reading, hingga kembali ke Newcastle. Pengalaman Eropa juga sempat ia rasakan bersama Amiens dan Bordeaux.
Kini, Carroll tak lagi mengejar trofi atau sorotan media.
“Saya ingin bahagia. Saya ingin dekat dengan anak-anak. Dan saya ingin membantu klub ini tumbuh, perlahan tapi pasti,” tutupnya dengan penuh harapan.





Tinggalkan Balasan