Data Lengkap Skandal Diskualifikasi Fernandez dan Uriarte di Moto3

BALATON, SKORAKHIR.COM – Konstelasi klasemen Kejuaraan Dunia Moto3 2026 mendadak berubah drastis setelah pihak Federasi Sepak Motor Internasional (FIM) menjatuhkan sanksi diskualifikasi berat kepada Adrian Fernandez dan Brian Uriarte pada Jumat (5/6/2026). Kedua pembalap papan atas tersebut terbukti secara sah melakukan pelanggaran regulasi teknis yang melibatkan manipulasi mesin dan penggunaan cairan pelumas ilegal.
Keputusan brutal dari Panel Stewards FIM ini diumumkan tepat menjelang bergulirnya seri Grand Prix Hungaria, yang secara otomatis menghanguskan puluhan poin krusial milik kedua pembalap Eropa tersebut dan memberikan keuntungan besar bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Kasus Adrian Fernandez: Modifikasi Ilegal Segel Mesin Honda
Hukuman paling berat dan mengejutkan dijatuhkan kepada pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez. Adik dari pembalap MotoGP Raul Fernandez ini resmi didiskualifikasi dari enam seri balapan pertama musim 2026, yang meliputi Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya.
Berdasarkan laporan resmi dari Direktur Teknis FIM, mekanik tim Leopard Racing terbukti telah membuka dua mesin Honda NSF250RW milik Fernandez tanpa izin resmi. Penyelidikan menemukan adanya tanda-tanda manipulasi (perusakan) pada kawat segel dan stiker keamanan mesin, yang secara gamblang melanggar Pasal 2.6.3.3 Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix terkait Ketahanan Mesin.
Akibat sanksi masif ini, Fernandez harus kehilangan total 77 poin (termasuk dua podium finis kedua di Jerez dan Le Mans). Posisinya di klasemen sementara Moto3 merosot sangat tajam dari peringkat ke-3 turun drastis ke urutan ke-19, dan kini hanya menyisakan 13 poin murni yang ia raih pada balapan terakhir di Mugello.

Topi Snapback Import Redbull Unisex Hat Baseball Cap
Kasus Brian Uriarte: Penggunaan Oli Ilegal di Catalunya
Selain Fernandez, rookie sensasional dari tim Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, juga harus menelan pil pahit. Uriarte didiskualifikasi secara khusus dari hasil Grand Prix Catalunya yang berlangsung pertengahan Mei lalu.
Setelah melalui proses uji lab terhadap sampel pelumas yang diambil usai sesi kualifikasi Catalunya, motor KTM tunggangan Uriarte terbukti menggunakan “oli di luar spesifikasi resmi FIM Moto3”. Sesuai dengan regulasi, seluruh tim Moto3 diwajibkan menggunakan pelumas dari pemasok resmi yang telah ditunjuk tanpa penambahan aditif apa pun.
Uriarte sempat meminta pengujian sampel kedua (Sampel B) pada akhir pekan balapan di Mugello. Sayangnya, hasil tes tetap identik. Hal ini memaksa FIM mencoret seluruh hasil Uriarte di Catalunya, menghanguskan poin krusial yang ia peroleh dari finis di posisi keempat (P4) pada seri tersebut.
Berkah Terselubung bagi Veda Ega Pratama
Badai diskualifikasi yang menghantam dua rival kuat di atas seketika menjadi berkah terselubung bagi Veda Ega Pratama. Pembatalan poin milik Fernandez dan Uriarte otomatis membuat tatanan papan atas klasemen bergeser secara signifikan.
Kehilangan poin dari Fernandez membuat Veda naik satu setrip mengamankan posisi 5 besar klasemen keseluruhan dunia. Lebih krusial lagi, hilangnya poin Uriarte dari seri Catalunya semakin memperlebar jarak keunggulan Veda di puncak klasemen Rookie of the Year (Pendatang Baru Terbaik) Moto3 2026.
Dengan runtuhnya moral dan hilangnya puluhan poin milik sang rival akibat penalti teknis, Veda kini memiliki mentalitas di atas angin untuk terus mendominasi balapan selanjutnya di Sirkuit Balaton Park, Hungaria.







































